Home » Posts filed under Politik Hukum
Ampuni kami...
Muhasabah untukku, untukmu dan untuk kita semua
Dalam keluh kesah kita setiap hari karena KESUSAHAN, ternyata ada yang LEBIH SUSAH dari kita,,
Dalam keluh kesah kita setiap hari karena penderitaan yang mendera, ternyata ada yang LEBIH MENDERITA dari kita,
Dalam keluh kesah kita karena kesedihan menimpa ternyata ada yang LEBIH SEDIH dari kita,
Dalam keluh kesah karena penyakit yang kita miliki ternyata ada yang LEBIH SAKIT dari kita,
Maafkan kami Ya Allah yang hanya bisa mengeluh dan mengeluh tanpa melihat peringatan-Mu disekitar kami, bahwa ternyata kami lebih BAHAGIA dari mereka, lebih GEMBIRA dari mereka, lebih SEHAT dari mereka dan lebih BERUNTUNG dari mereka
Ya Allah...
Ampuni kami...
Dalam keluh kesah kita setiap hari karena KESUSAHAN, ternyata ada yang LEBIH SUSAH dari kita,,
Dalam keluh kesah kita setiap hari karena penderitaan yang mendera, ternyata ada yang LEBIH MENDERITA dari kita,
Dalam keluh kesah kita karena kesedihan menimpa ternyata ada yang LEBIH SEDIH dari kita,
Dalam keluh kesah karena penyakit yang kita miliki ternyata ada yang LEBIH SAKIT dari kita,
Maafkan kami Ya Allah yang hanya bisa mengeluh dan mengeluh tanpa melihat peringatan-Mu disekitar kami, bahwa ternyata kami lebih BAHAGIA dari mereka, lebih GEMBIRA dari mereka, lebih SEHAT dari mereka dan lebih BERUNTUNG dari mereka
Ya Allah...
Ampuni kami...
SUDAHKAH KITA MERDEKAAA...??? [Bag : pertama]
oleh Syabab Revalation
Kebohongan tradisi indonesia adalah "NERDEKA"
Besok kita akan memperingati hari kemerdekaan negara kita Republik Indonesia, yang ke - 66 tahun. Apa yang sudah terjadi pada bangsa ini selama 66 tahun, apakah impian KEMERDEKAAN negeri ini sudah terwujud?? Apakah kita sebagai bangsa sudah benar-benar merdeka dari penjajahan?
Anda ingin bukti?? Mari buka Nalar kita, Buka cakrawala kita, Buka pemikiran cemerlang kita, dan Buka Ke-Ikhlasan kita untuk mencari kebenaran, setelah itu anda “JUJUR” ngk make “BOHONG”, sebab ini masih bulan suci RAMADHAN, apapun dalam bentuk kebohongan dan menyembunyikan kebohongan merupakan perkara Dusta. Dusta terhadap diri sendiri dan Dusta terhadap seluruh rakyat negri ini. Sedangkan perkara DUSTA adalah DOSA..!!
Untuk mengukur kemerdekaan di negeri ini, kita bisa berpatokkan pada Dasar negara itu sendiri, yaitu PANCASILA :
- Ketuhanan Yang Maha Esa,
- Kemanusiaan yang adil dan beradab,
- Persatuan Indonesia, dan
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,
- Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Tapi sayang negri ini lupa..!! lupa..!! bahwa kemerdekaan ini mestinya kita bersyukur dan taat kepada ALLAH swt. Bukan justru sebaliknya mengambil hukum-hukum barat; Demokrasi, Sekuler, Kapitalis, HAM, Liberal, Gender dan SOSIALISME dan taat kepada penguasa- penguasa THOGUT sebagai majikan negri ini. Lantas apa fungsi Pancasila butir pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” jika Hukum-Hukum ALLAH swt tidak di pakai??
Dalam Butir kedua, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, adil dan makmur dan pada alinea ke Lima, perhatikan kata Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
CATAT. Dimana letak keadilan dalam negri ini?? Dimana letak ke-beradab-nya?? Dimana letak persatuannya?? Dimana letak kebijak sanaannya?? Tanya kenapaaa....???
Tanya hati nurani anda. Dan jawab dengan JUJUR..??! Sudah negri ini MERDEKA..??
Apakah Indonesia sudah merdeka? apabila masih ada rakyat yang dapat dibeli suaranya dalam pemilihan-pemilihan kepala-kepala daerah, wakil rakyat di DPR dan MPR atau bahkan dalam pemilihan pemimpin negara ini? Atau apakah kita sudah merdeka hanya dengan maraknya Pesta KAMPANYE POLITIK yang selalu terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia?
Apakah Indonesia sudah bersatu, jika antar pelajar, antar mahasiswa, antar wilayah, antar kampung, antar saudara, antara pendemo dengan aparat keamanan, bahkan antar wakil-wakil rakyat kita di atas sana masih saja sering diwarnai pertikaian yang kadang-kadang timbul hanya karena masalah yang tidak harus diselesaikan dengan pertikaian? Bukankah kita sendiri yang terluka? Siapa yang menguntungkan dari kekacauan ini??
Apakah Indonesia sudah berdaulat, jika memang sudah berdaulat, kenapa negri ini masih memakai sisa-sisa HUKUM-HUKUM Warisan BELANDA?? Jika negri ini benar-benar MERDEKA dan berdaulat, kenapa Tambang emas di irian jaya, di kuasai PT. Freeport? Kenapa tambang emas di sumbawa besar di kuasai oleh PT.NEW MONT?? Tambang minyak di block CEPU di kuasai oleh PT. Exxon mobil. Timur leste, Papua hari ini tgl 16 agustus 2011 telah mengibarkan bendera BINTANG KEJORA atau dengan slogan PAPUA MERDEKA. Fakta ini menyebutkan. Kemerdekaan macam apa yang di maksud oleh negri ini??
Adil sama dengan tidak memihak, tidak berat sebelah, tidak condong pada salah satu pihak, sedangkan makmur sama dengan melimpah, banyak hasil. Apakah kebijakan-kebijakan, hukum dan norma-norma yang telah ditetapkan di negeri ini sudah adil, tanpa memihak siapapun, golongan apapun, agama apapun? Apakah setiap rakyat Indonesia dapat menikmati hasil-hasil dari tanah airnya yang makmur bukan hanya perorangan atau golongan?
Tenaga kerja Indonesia, Tenaga Kerja Wanita, petani, buruh, anak-anak, perempuan, laki-laki, kaum jompo, semua warga negara Indonesia baik yang ada di dalam negeri dan luar negeri, daerah-daerah terpencil, daerah-daerah perbatasan maupun daerah-daerah sengketa seharusnya terlindungi tanpa terkecuali. Sudahkah Bangsa indonesia ini mewujudkannya untuk memeliharanya? Mengurus keadaan mereka dan menyantuni mereka?
Sengaja ditulis memajukan kesejahteraan umum bukan kesejahteraan pribadi, tentunya dengan maksud mengingatkan setiap kita untuk bercermin dengan setiap tindakan kita pada negara ini, apakah Bangsa ini melakukan tujuan-nya untuk memajukan kesejahteraan umum atau hanya pada kesejahteraan kita pribadi saja.??
Apakah dengan menjadi mafia anggaran, memanipulasi anggaran pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan pembangunan termasuk memajukan kesejahteraan umum? Apakah dengan memenangkan perusahaan tertentu untuk proyek tender tertentu dengan harapan mendapatkan komisi pribadi adalah untuk memajukan kesejahteraan umum? Tentu jawabannya bukan kepntingan umum, tapi kepentingan Pribadi pejabat negri ini. Sepakat..!!??
Kita tengok lagi bukti-bukti kebohongan lainnya...
Pemandangan anak-anak yang mengamen, memulung, mengemis di pinggir jalan bukanlah pemandangan yang baru di NEGARA INDONESIA ini, belum lagi dengan anak-anak di daerah pedalaman yang masih sulit dijangkau karena minimnya transportasi penghubung ke wilayah mereka. Hak mereka untuk memperoleh pendidikan tak kunjung datang atau singgah sekalipun.
Mereka semua tidak dapat menikmatinya termaksud saya. Mencerdaskan kehidupan bangsa, apa nya yang mencerdaskan?? Yang ada hanyalah pembodohan publik. Jika demikian untuk apa UU ini di buat?? Apa ati kecerdasan bangsa? Apa arti mengurusi kaum miskin? Apa arti ke adilan dan kemakmuran, apa arti semua ini?? Jika rakyat tidak dapat menikmatianya.?? HAH..!! main-main sampean...
Untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, tentunya kita harus memastikan bangsa kita adalah bangsa yang benar-benar sudah merdeka. Merdeka dari penjajahan kebodohan, Kedustaan, kemiskinan, individualisme, materialisme, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Pastikan diri kita sendiri sudah terbebas dari segala bentuk penjajahan sehingga kemerdekaan yang tersimpan di dalam batin kita akan cepat tersiar sampai ke pelosok negeri ini.
SUDAHKAH KITA MERDEKAAA...???
ZALAM REVALATIONS
Kalam Racun Obama: Kami Berperang Bukan Melawan Islam?
Dalam pidato yang disampaikan di parlemen Inggris, pada hari Rabu (25/5), dalam rangka tur Eropa yang memakan waktu 6 hari, Presiden AS Barack Obama menegaskan tentang kekuatan hubungan AS dengan Inggris. Kewajiban kedua negara dan negara-negara Barat lainnya, tidak boleh melakukan perang melawan Islam, melainkan melawan al-Qaeda dan kelompok ekstrimis yang menjadi sekutunya.
Obama memuji dengan mengatakan di gedung Parlemen Inggris: “Inggris adalah yang pertama kali menyerukan kebebasan manusia, bahwa dari ruangan ini pemerintahan konstitusi berkembang.”
Obama menjelaskan bahwa pembentukan NATO merupakan ide Inggris. Dan kami pun bergabung untuk menjamin keamanan kami. Kemudian NATO menjadi besar dengan bergabungnya negara-negara dari Eropa Timur.”
Seputar keberadaan militer di Afghanistan dan Irak, Obama mengatakan bahwa “AS telah menarik ribuan pasukan dari Irak. Sementara Inggris juga telah menarik pasukannya.” Ia menambahkan: “Dalam waktu dekat kami akan memulai pengalihan kepemimpinan operasi militer di Afghanistan kepada rakyat negeri itu sendiri.”
Tentang situasi ekonomi, Obama mengatakan: “Kami (Amerika dan Inggris) masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, keamanan dan lingkungan secara signifikan. Sehingga membutuhkan kerjasama baru untuk menghadapinya.” Ia menambahkan: “Sebagai dunia yang menjunjung kebebasan dan demokrasi, maka kami yang paling layak untuk merealisasikan kemakmuran ekonomi bersama di dunia.”
Ia mengatakan salah besar orang yang menyakini bahwa “Kebangkitan negara-negara lain seperti Cina, India dan Brasil berarti kematian bagi kepemimpinan AS dan Eropa untuk dunia.” Ia menambahkan bahwa “Kepemimpinan kami untuk dunia adalah sekarang ini.”
Ia mengatakan bahwa negara-negara ini, maksudnya adalah Cina, India dan Brazil, di mana sekarang tumbuh dan berkembang dengan cepat karena berjalan menju prinsip-prinsip pasar, yang telah lama dianut AS dan Inggris.
Seputar organisasi al-Qaeda, Obama mengatakan: “Negara kami tidak sedang berperang dengan Islam, dan itu tidak akan pernah terjadi. Perang kami sesungguhnya adalah melawan al-Qaeda dan kelompok ekstrimis yang menjadi sekutunya.” Dikatakan bahwa al-Qaeda telah menewaskan ribuan umat Islam di seluruh dunia.
Tentang musim semi kebebasan bangsa Arab, Obama mengatakan: “Kerinduan terhadap kebebasan dan martabat kemanusiaan, bukan milik Inggris, Amerika atau Barat, melainkan milik dunia, bahkan itu itulah yang tertanam kuat dalam hati.” Ia menambahkan bahwa “Demokrasi itu tidak mudah, dan untuk mewujudkan tujuannya butuh waktu bertahun-tahun.”
Presiden AS ini menambahkan bahwa revolusi di Iran, Tunisia dan Mesir adalah bentuk penolakan terhadap gagasan bahwa rakyat di beberapa bagian dunia tidak menginginkan kebebasan.
Obama mengatakan bahwa AS di masa lalu dituduh munafik karena berbagai kepentingannya. Namun ia menambahkan: “Akan tetapi kami tidak akan memilih antara ideologi kami dan kepentingan kami. Dan sejarah membuktikan bahwa masyarakat yang bebas lebih stabil. Kebebasan harus diperoleh oleh rakyat sendiri, bukan karena ada paksaan dari luar negeri.”
Selanjutnya Obama mengatakan: “Kami tidak akan pernah ragu untuk melanjutkan peran kami dalam melindungi rakyat mulai dari Normandia (Prancis) hingga Balka dan bahkan Benghazi.” Ia menambahkan: “AS dan Inggris tidak akan pernah bisa merasa tenang hingga berhasil melindungi rakyat Libya dan meleyapkan semua bentuk kekuasaan tiran.” (CNNArabic.com, 25/5/2011).
Obama memuji dengan mengatakan di gedung Parlemen Inggris: “Inggris adalah yang pertama kali menyerukan kebebasan manusia, bahwa dari ruangan ini pemerintahan konstitusi berkembang.”
Obama menjelaskan bahwa pembentukan NATO merupakan ide Inggris. Dan kami pun bergabung untuk menjamin keamanan kami. Kemudian NATO menjadi besar dengan bergabungnya negara-negara dari Eropa Timur.”
Seputar keberadaan militer di Afghanistan dan Irak, Obama mengatakan bahwa “AS telah menarik ribuan pasukan dari Irak. Sementara Inggris juga telah menarik pasukannya.” Ia menambahkan: “Dalam waktu dekat kami akan memulai pengalihan kepemimpinan operasi militer di Afghanistan kepada rakyat negeri itu sendiri.”
Tentang situasi ekonomi, Obama mengatakan: “Kami (Amerika dan Inggris) masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, keamanan dan lingkungan secara signifikan. Sehingga membutuhkan kerjasama baru untuk menghadapinya.” Ia menambahkan: “Sebagai dunia yang menjunjung kebebasan dan demokrasi, maka kami yang paling layak untuk merealisasikan kemakmuran ekonomi bersama di dunia.”
Ia mengatakan salah besar orang yang menyakini bahwa “Kebangkitan negara-negara lain seperti Cina, India dan Brasil berarti kematian bagi kepemimpinan AS dan Eropa untuk dunia.” Ia menambahkan bahwa “Kepemimpinan kami untuk dunia adalah sekarang ini.”
Ia mengatakan bahwa negara-negara ini, maksudnya adalah Cina, India dan Brazil, di mana sekarang tumbuh dan berkembang dengan cepat karena berjalan menju prinsip-prinsip pasar, yang telah lama dianut AS dan Inggris.
Seputar organisasi al-Qaeda, Obama mengatakan: “Negara kami tidak sedang berperang dengan Islam, dan itu tidak akan pernah terjadi. Perang kami sesungguhnya adalah melawan al-Qaeda dan kelompok ekstrimis yang menjadi sekutunya.” Dikatakan bahwa al-Qaeda telah menewaskan ribuan umat Islam di seluruh dunia.
Tentang musim semi kebebasan bangsa Arab, Obama mengatakan: “Kerinduan terhadap kebebasan dan martabat kemanusiaan, bukan milik Inggris, Amerika atau Barat, melainkan milik dunia, bahkan itu itulah yang tertanam kuat dalam hati.” Ia menambahkan bahwa “Demokrasi itu tidak mudah, dan untuk mewujudkan tujuannya butuh waktu bertahun-tahun.”
Presiden AS ini menambahkan bahwa revolusi di Iran, Tunisia dan Mesir adalah bentuk penolakan terhadap gagasan bahwa rakyat di beberapa bagian dunia tidak menginginkan kebebasan.
Obama mengatakan bahwa AS di masa lalu dituduh munafik karena berbagai kepentingannya. Namun ia menambahkan: “Akan tetapi kami tidak akan memilih antara ideologi kami dan kepentingan kami. Dan sejarah membuktikan bahwa masyarakat yang bebas lebih stabil. Kebebasan harus diperoleh oleh rakyat sendiri, bukan karena ada paksaan dari luar negeri.”
Selanjutnya Obama mengatakan: “Kami tidak akan pernah ragu untuk melanjutkan peran kami dalam melindungi rakyat mulai dari Normandia (Prancis) hingga Balka dan bahkan Benghazi.” Ia menambahkan: “AS dan Inggris tidak akan pernah bisa merasa tenang hingga berhasil melindungi rakyat Libya dan meleyapkan semua bentuk kekuasaan tiran.” (CNNArabic.com, 25/5/2011).
MINAUT INDONESIA
(Minaut = Pemecahan Persoalan dan Pengambilan Keputusan)
Pengantar
Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, apa pun bidang tugasnya, manajer selalu menghadapi empat pertanyaan pokok:
- Apa yang sedang terjadi di unit kerja saya?
- Mengapa hal itu terjadi?
- Tindakan apa yang harus diambil?
- Apa yang mungkin menghambat rencana/tindakan saya?
Keempat pertanyaan itulah yang menjadi pekerjaan pokok manajer. Manajer harus memecahkan persoalan, mengambil keputusan dan merencanakan pelaksanaan keputusan. Dalam melaksanakan pekerjaan pokok tersebut, yang terjadi adalah: Mengolah informasi yang masuk dibenak seorang manajer dan menghasilkan keluaran output berupa sebab suatu persoalan, alternatif terbaik atau rencana pelaksanaan keputusan.
Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut:
MASUKAN PROSES KELUARAN
Informasi ---------à Benak Manajer ----à Sebab Persoalan
Tindakan
Bagaimana Meningkatkan Mutu Keputusan?
Jika keputusan itu merupakan keluaran (ouput) seorang manajer, dengan melihat urutan terjadinya keputusan itu, maka mutu keputusan dapat diperbaiki dengan:
- Memperbaiki mutu masukan (input)
Informasi yang diterima manajer haruslah benar, tepat waktu dan relevan
- Memperbaiki mutu proses
Informasi yang bermutu saja belum cukup. Mutu Proses, dalam arti proses berpikir sistematis, juga menentukan mutu keputusan yang dihasilkan
Apa mutu Proses itu?
Berpikis sistematis dapat dibedakan dalam 4 proses:
- Analisis Situasi (AS)
- Analisis Persoalan (AP)
- Analisis Keputusan (AK)
- Analisis Persoalan Potensial (APP)
Masalah yang berbeda, seringkali memerlukan proses berpikir sistematis yang berbeda. Disinilah, kadang-kadang para manajer yang selalu berhadapan dengan segudang permasalahan perlu mengenali keempat sistematika tersebut sebagai pegangan. Skema “Kerangka Proses Minaut” dapat dilihat pada lampiran.
ANALISIS SITUASI
Berbahagialah manejer yang selalu menghadapi masalah yang spesifik, “tunggal”. Bagaimana kalau masalahnya rumit, kompleks? Kita harus mampu memecahkan masalah yang kita hadapi. Masalah yang sudah jelas berarti telah terselesaikan setengahnya. Dalam menganalisis situasi ada tiga tahapan yang harus kita lakukan : (1) memisah-misahkan; (2) menentukan prioritas dan (3) menentukan proses yang cocok untuk menyelesaikannya (Menempatkan)
I. Memisah-misahkan
Langkah pertama yang dilakukan adalah memisah-misahkan. Untuk apa? Agar menjadi beberapa masalah tunggal.
1. Rumusan masalah kadang-kadang terlalu umum. Disini kita perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik (merinci), sehingga masalah-masalah tunggal yang sebenarnya dapat dipisahkan satu sama lain
2. Berbagai masalah kadang-kadang ada hubungan satu sama lain dan bisa disusun kerangka sebab-musababnya. Mata rantai yang demikian akan lebih memudahkan kita untuk menyelesaikannya, yaitu menggunakan teknik Stairstepping.
3. Sering juga dihadapi masalah yang sudah lama terjadi dan tak kunjung tuntas, sebut saja masalah “abadi”. Disini mungkin diperlukan pemisahan menurut bidang atau golongan tertentu
II. Prioritas
Langkah memisah-misahkan menghasilkan sejumlah masalah tunggal. Pertanyaan berikutnya adalah : “Mana masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu?” Untuk menjawab pertanyaan ini maka kita perlu menetapkan skala prioritas. Ada tiga pertimbangan yang bisa digunakan untuk menentukan prioritas:
1. Kegawatan (seriousness)
Besarnya akibat atau kerugian yang dinyatakan dalam besaran kuantitatif. Berapa rupiah, orang, produk, pelanggan?
2. Mendesak (urgency)
Pertimbangan dari aspek waktu. Masih dapat ditunda atau harus segera? Semakin pendek tenggang waktunya, semakin mendesak
3. Perkembangan
Yaitu kecenderungan atau perkembangan akibatnya sendiri, semakin meningkat atau menurun
Kita dapat menilai ketiga pertimbangan di atas Tinggi, Sedang, dan Rendah. Masalah prioritas adalah masalah yang kegawatannya tinggi, mendesaknya tinggi dan perkembangannya juga tinggi.
III. Menempatkan
Setelah kita memperoleh masalah tunggal yang prioritas, langkah berikutnya adalah menentukan proses yang cocok untuk menyelesaikannya. Ada tiga kemungkinan sifat masalah:
1. Jika masalahnya berupa penyimpangan dari standar, dan memang perlu diketahui sebabnya maka dapat digunakan proses AP
2. Jika masalahnya berupa pilihan diantara sejumlah alternatif, maka dapat digunakan proses AK untuk menentukan alternatif terbaik
3. Jika masalahnya berupa menentukan tindakan untuk menjamin keberjhasilan pelaksanaan suatu keputusan, maka dapat digunakan proses AP yang mencoba mengidentifikasi persoalan potensial yang meungkin timbul dan menyiapkan tindakan preventif (pencegahan) dan tindakan protektif (penanggulangan)
PKS Tak Ada Kaitannya dengan NII
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar mengenai Negara Islam Indonesia (NII) beberapa waktu belakangan ini santer terdengar. Banyak orang juga dikabarkan telah menjadi korban.
Pihak-pihak di luar menduga upaya gerakan radikal mengganti ideologi negara tersebut dikait-kaitkan dengan keberadan dan eksistensi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, secara tegas Ketua Fraksi PKS, Mustafa Kamal membantah kabar miring itu.
"Saya kira itu tidak ada kaitannya dengan PKS," ujar Mustafa saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
Menurut Mustafa, PKS justru akhir-akhir ini dalam posisi menjadi korban, kerap dituduh dan dicurigai melakukan usaha-usaha merusak negara melalui NII.
"PKS justru dalam posisi sekarang ini dicurigai oleh kelompok-kelompok anda lihat sendiri lah musibah yang terjadi belakangan ini," jelasnya.
Sementara itu saat ditanyakan terkait posisi Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin yang merupakan keturunan NII, Mustafa dengan gamblang bahwa hal itu tak ada kaitannya dengan institusi atau lembaga dalam hal ini PKS.
"Begini, kalau itu kepada beliau sendiri silakan ditanya apa motifnya dan sebagainya kita tak mau ikut campur juga dalam persoalan-persoalan pribadi seperti itu itu kan pribadi, tak ada kaitan dengan PKS secara institusi," tandas Mustafa.
Pihak-pihak di luar menduga upaya gerakan radikal mengganti ideologi negara tersebut dikait-kaitkan dengan keberadan dan eksistensi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, secara tegas Ketua Fraksi PKS, Mustafa Kamal membantah kabar miring itu.
"Saya kira itu tidak ada kaitannya dengan PKS," ujar Mustafa saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
Menurut Mustafa, PKS justru akhir-akhir ini dalam posisi menjadi korban, kerap dituduh dan dicurigai melakukan usaha-usaha merusak negara melalui NII.
"PKS justru dalam posisi sekarang ini dicurigai oleh kelompok-kelompok anda lihat sendiri lah musibah yang terjadi belakangan ini," jelasnya.
Sementara itu saat ditanyakan terkait posisi Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin yang merupakan keturunan NII, Mustafa dengan gamblang bahwa hal itu tak ada kaitannya dengan institusi atau lembaga dalam hal ini PKS.
"Begini, kalau itu kepada beliau sendiri silakan ditanya apa motifnya dan sebagainya kita tak mau ikut campur juga dalam persoalan-persoalan pribadi seperti itu itu kan pribadi, tak ada kaitan dengan PKS secara institusi," tandas Mustafa.
Popular Posts
-
MP3 Muslim Entreprener Forum 2012 MEF Ust Heru Binawan [Sambutan DPP HTI] [2 MB] MEF Talk Show Bpk Iskandar Zulkarnain [5 MB] MEF Bala...
-
(Minaut = Pemecahan Persoalan dan Pengambilan Keputusan) Pengantar Dalam menjalankan tugasnya sehari...
-
Oleh : Musryadanta Inilah fakta yang terlihat di kotaku tercinta, dimana pengemis dan anak telantar seolah-olah dilegalkan oleh pemeri...
Recent
Connect with Facebook
Sponsors
Search
Categories
Analisis
Artikel
Berita
Budaya
Catatan Facebook
CCTV
Daerah
download Materi
Gambar Unik
Hot News
Ideologis
Intelektual
IP Camera
Kegiatan
LOWONGAN
Makalah
Monitoring Rumah
MP3
Online Monitoring
Pendidikan
Pengumuman
Photo Unik
Politik Hukum
Potret
Presentasi
Religi
Retorika
rohingya
Sastra
Sosok
teknologi
Tips dan Trik
Tutorial Photoshop
Video






